Rabu, 28 April 2010

Kata-kata

Kata-kata

Kebijasanaan, kebaikan, nilai, tidak lain hanya kata-kata, kecuali seseorang memisahkannya dan menggunakannya untuk membangun sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya sendiri dan orang lain.
Kata-kata itu tidak memberikan arti yang sebenarnya hingga seseorang mengetahui bagaimana menerapkannya.


Senin, 26 April 2010

"CATATAN HARIAN SEORANG SAHABAT"

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri,yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya...Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya..Lalu bagaimana dengan Papa?

Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?

Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?

Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil.Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda.Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu.Kemudian Mama bilang : "Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya", Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka....

Tapi sadarkah kamu?Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu
mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.

Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba.Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : "Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang" Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?

Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata : "Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!".Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu..

Ketika kamu sudah beranjak remaja..Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: "Tidak boleh!".Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu?Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa
berharga..Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu...

Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama.Tahukah kamu,bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya, Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?

Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu,Papa akan memasang wajah paling cool sedunia.... :') Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?

Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir.Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut - larut.Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang? "Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa"

Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur. Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata - mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti.Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa

Ketika kamu menjadi gadis dewasa.Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain.Papa harus melepasmu di bandara.Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu? Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata "Jaga dirimu baik-baik ya sayang".Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT....kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.

Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa.Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan...

Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : "Tidak.... Tidak bisa!" Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan "Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu".Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?

Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat "putri kecilnya yang
tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang" Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya.Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..Karena Papa tahu.....Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.

Dan akhirnya....

Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia..Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa....Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: "Ya Tuhan tugasku telah selesai dengan baik....Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik....Bahagiaka nlah ia bersama suaminya..."

Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk... Dengan rambut yang telah dan semakin memutih....Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya....Papa telah menyelesaikan tugasnya.... Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita...Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat...Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis...Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa "KAMU BISA" dalam segala hal..

Saya mendapatkan notes ini dari seorang teman, dan mungkin ada baiknya jika aku kembali membagikannya kepada teman-teman ku yang lain.Yup, banyak hal yang mungkin tidak bisa dikatakan Ayah / Bapak / Papi kita...tapi setidaknya kini kita mengerti apa yang tersembunyi dibalik hatinya.

"sayanginlah ayahmu sebagaimana engkau menyayangin mamamu"

Kualitas

Kualitas tidak pernah merupakan suatu kebetulan.
Kualitas merupakan hasil dari ketelitian yang tinggi, usaha yang sungguh-sungguh, langkah yang cermat, dan pencurahan segala kemampuan.
Kualitas adalah akumuliasi dari serangkaian pilihan dan keputusan yang tepat dan benar secara kontinu
Dalam hal apapun .


Minggu, 25 April 2010

Kesulitan

Biarkan setiap kesulitan-kesulitan dan hambatan dalam hidup anda, membangkitkan semangat juang anda.
Anda tidak dapat kemana-mana tanpa semangat juang.
Dan anda tidak akan pernah maju tanpa masalah dan kesulitan hidup.
Dan jika anda memilih untuk menghindarinya, ingatlah bahwa anda juga telah memilih pilihan lain sebenarnya,
Yaitu pilihan yang dialami oleh orang-orang yang tidak hidupnya menyedihkan dan menderita karena menjadi orang-orang biasa.
Jadi, pilihlah menghadapi setiap kesulitan-kesulitan hidup anda.
Dengan api semangat luar biasa dalam hati anda.
Anda dapat mengendalikan kekuatan-kekuatan terpendam dan mendorong diri anda bertindak.


Jumat, 23 April 2010

KEKUATAN IMPIAN

Dalam sebuah kisah diceritakan ada desa diatas bukit yang dilanda kekeringan selama lima tahun. Penduduk desa itu terlihat sedih, putus asa, dan merasa sengsara. Di tepi desa, tinggal seorang lelaki yang sudah tua dengan tiga orang anaknya yang pemalas. Ketiganya tak pernah mau bekerja dengan alas an susah, apalagi dimusim kering. Nasihat sang ayanya tak pernah mereka hiraukan. Mereka lebih suka melamun dan tidur.

Di balik bukit yang mengelilingi desa itu terdapat sebuah yang subur. Di tengahnya mengalir sungai yang tak pernah kering. Seandainya ada yang mampu memindahkan gunung dan megubah aliran sungai, desa itu pasti bebas dari bencana kekeringan. Sayangnya, di desa itu tak ada seorangpun yang berfikir untuk memindahkan gunung. Suatu yang mustahil untuk bisa memindahkan gunung dari bukit.

Uniknya, lelaki tua yang tinggal di tepi desa tadi akhirnya terpanggil untuk menyelesaikan tantangan yang mustahil itu.

Suatu hari, setelah fajar tiba, ia membulatkan tekad lalu mengambil cangkul dan mendaki gunung dengan perkasa. Ia menvcangkul sejak pagi hingga petang tiba tanpa mengenal lelah.

Setelah seminggu ia bekerja, “ulah” lelaki tua itu mulai menarik perhatian ketiga anaknya. Saat ia menceritakan maksudnya untuk memindahkan gunung, membuat kaget ketiga anknya. Bukan malah membantunya, tapi ketiga anaknya itu menertawakannya dan menganggap bahwa orangtuanya itu sedang gila. Melakukan sesuatu yang mustahil membuat lelaki tua itu tak bergeming dan tak menghiraukan ocehan ketiga anaknya itu. Ia tetap melanjutkan pekerjaannya.

Dalam waktu singkat, berita mengenai pemindahan gunung itu tersebar luas ke seluruh penjuru desa hingga orang yang menganggapnya gila semakin bertambah banyak. Karena melihat ayahnya diolok-olok warga, ketiga anaknya yang pemalas itu membantu ayahnya mencangkul. Sejak saat itu, keempat pria itu terlihat bahu membahu mencangkulgunung sejak matahari terbit hingga terbenamnya matahari.

Bebrapa bulan kemudian, warga desa dikejutkan oleh lubang besar di sebuah gunung. Tanpa diajak, mereka semua bergabung dengan keempat orang yang tadinya dianggap gila itu. Setahun kemudian, gunung itu bolong dan air pin mengalir melewati terowongan yang mereka gali. Usaha maksimal iini membuat desa itu tidak dilanda kekeringan.

Tantangan yang menghadang di depan mata kita tidak akan menyurutkan langkah kita untuk meraih impian hidup yang kita inginkan. Keinginan untuk sukses haruslah diperjuangkan dengan gigih dan istiqomah. Kita tidak akan meraih apa yang kita inginkan, kalau kita hanya mendengarkan ocehan negative dari orang lain, yang menganggap kalau kita tidak bisa meraih apa yang kita inginkan untuk kita wujudkan. Kalau kita terus mendengarkan ocehan itu dan kita menganggap apa yang mereka katakan itu benar. Sama saja kita kehilangan impian hidup kita, boleh dikatakan mereka adalah pencuri impian hidup kita.

Maukah kita kehilangan impian kita?.

Dalam hadist kudsi Allah berfirman, “Allah seperangka seperti hambaku.”
Kalau kita menganggap dan berfikir tidak berhasil, Allah dan malaikat akan mengamini sesuai dengan anggapan kita.
Nasihat orang bijak, “jangan hiraukan orang yang menganggap kita mustahil untuk meraih impian kita, selagi itu adalah hal yang mungkin terjadi”